Perkembangan Terkini Pengembangan Aplikasi Mobile dengan Bahasa Flutter

Pengembangan aplikasi mobile telah mengalami perkembangan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu bahasa pemrograman yang semakin populer dalam pengembangan aplikasi mobile adalah Flutter. Flutter adalah framework open-source yang dikembangkan oleh Google, dan telah berhasil menarik perhatian para pengembang dengan kemampuannya dalam membangun antarmuka pengguna yang menarik dan responsif untuk berbagai platform.

https://enlear.academy/flutter-app-development-the-ultimate-guide-to-flutter-mobile-app-development-51e7ad029804

Salah satu perkembangan terkini dalam pengembangan aplikasi mobile dengan Flutter adalah pengenalan Flutter 2.0. Pada bulan Maret 2021, Flutter merilis versi 2.0 yang membawa banyak perbaikan dan fitur baru yang signifikan. Salah satu perubahan utama dalam Flutter 2.0 adalah penggantian mesin rendering menjadi Flutter Engine, yang mampu memberikan kinerja yang lebih baik dan pengalaman pengguna yang lebih mulus. Selain itu, Flutter 2.0 juga memperkenalkan Null Safety, yang memungkinkan pengembang untuk menghindari kesalahan runtime yang disebabkan oleh referensi null.

Ekosistem Semakin Berkembang

Selain Flutter 2.0, pengembangan aplikasi mobile dengan Flutter juga didukung oleh ekosistem yang semakin berkembang. Komunitas pengembang Flutter yang aktif telah menghasilkan banyak paket dan plugin yang dapat digunakan untuk memperluas fungsionalitas aplikasi. Dengan adanya ekosistem yang berkembang ini, pengembang dapat menghemat waktu dan usaha dalam membangun fitur-fitur yang kompleks.

https://flutter.dev/multi-platform/mobile

Selain itu, Flutter juga telah mencapai tingkat kematangan yang lebih tinggi sebagai platform pengembangan aplikasi mobile. Banyak perusahaan besar telah mengadopsi Flutter dalam pengembangan aplikasi mereka, termasuk Google sendiri, Alibaba, Tencent, Philips, dan banyak lainnya. Keputusan ini biasanya didorong oleh produktivitas tinggi yang ditawarkan Flutter, yaitu kemampuan untuk mengembangkan aplikasi dengan kode sumber tunggal yang dapat berjalan di platform Android dan iOS. Hal ini mengurangi biaya dan waktu yang diperlukan dalam pengembangan aplikasi mobile lintas platform.

Cross Platform

Selain itu, Flutter juga telah memperluas dukungannya untuk platform lainnya. Pada bulan Maret 2021, Flutter meluncurkan proyek eksperimental bernama Flutter Desktop, yang memungkinkan pengembang untuk membuat aplikasi desktop yang menggunakan Flutter sebagai kerangka kerjanya. Ini membuka peluang baru bagi pengembang untuk menciptakan pengalaman pengguna yang konsisten di berbagai platform, termasuk desktop.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, perkembangan terkini dalam pengembangan aplikasi mobile dengan bahasa Flutter menunjukkan potensi besar bagi para pengembang. Dukungan yang kuat dari Google, komunitas pengembang yang aktif, dan peningkatan kinerja dan fitur dalam Flutter 2.0 semakin memperkuat posisi Flutter sebagai salah satu pilihan utama dalam pengembangan aplikasi mobile lintas platform. Dengan kemampuannya yang tangguh dalam membangun antarmuka pengguna yang menarik dan responsif, serta produktivitas yang tinggi, Flutter terus menjadi solusi yang menarik bagi para pengembang yang ingin menghadirkan aplikasi mobile yang inovatif dan berkualitas tinggi kepada pengguna mereka.

Kuliah di program studi Teknik Informatika (Akreditasi BAIK SEKALI) Universitas Medan Area kalian akan di ajarkan pembuatan aplikasi mobile dari nol

Yuk Kuliah di UMA klik Daftar Kuliah di Informatika UMA

Pembuatan Aplikasi Machine Learning dengan Google Colab Model dan Framework Flask

Pembuatan aplikasi machine learning telah menjadi fokus yang semakin populer dalam dunia pengembangan perangkat lunak. Dengan kemajuan teknologi dan ketersediaan sumber daya seperti Google Colab dan framework Flask, pengembang dapat dengan mudah membangun dan menerapkan model machine learning yang kuat dalam aplikasi mereka.

https://medium.com/@kshitijvijay271199/flask-on-google-colab-f6525986797b

Google Colab

Google Colab merupakan platform cloud yang disediakan oleh Google untuk menjalankan kode Python dan mengembangkan proyek machine learning. Selain itu, Google Colab menyediakan lingkungan yang interaktif dan ramah pengguna, serta akses ke GPU dan TPU yang memungkinkan pemrosesan yang cepat dan efisien. Keuntungan utama menggunakan Google Colab adalah kemudahan dalam berbagi dan kolaborasi dengan pengembang lain, serta kemampuan untuk menjalankan kode di cloud tanpa perlu memasang perangkat lunak tambahan di komputer lokal.

Framework Flask

Framework Flask, di sisi lain, adalah framework web ringan yang menggunakan bahasa pemrograman Python. Flask memungkinkan pengembang untuk dengan mudah membangun dan menjalankan aplikasi web yang menyediakan layanan untuk model machine learning. Dengan Flask, pengembang dapat membuat API (Application Programming Interface) yang dapat menerima input dari pengguna, memprosesnya menggunakan model machine learning, dan menghasilkan output yang relevan. Selain itu, Flask juga menyediakan kemampuan untuk mengelola dan mengatur rute URL, mengakses basis data, dan mengatur tampilan aplikasi.

https://medium.datadriveninvestor.com/tensorflow-and-keras-model-deployment-using-flask-in-google-colab-b8e49d1d4af0

Dalam pembuatan aplikasi machine learning dengan Google Colab Model dan Flask, penting untuk memperhatikan beberapa prinsip SEO yang baik. Pertama, pastikan untuk menyertakan kata kunci yang relevan dalam judul artikel dan di beberapa bagian penting seperti pembukaan dan penutup. Misalnya, judul artikel dapat menjadi “Mengembangkan Aplikasi Machine Learning dengan Google Colab Model dan Framework Flask: Solusi Canggih untuk Analisis Data”. Selain itu, gunakan kata kunci secara alami dalam teks artikel, termasuk dalam subjudul dan paragraf yang relevan.

Selain itu, pastikan konten artikel informatif, berkualitas, dan memberikan nilai tambah bagi pembaca. Jelaskan secara ringkas tentang keuntungan dan potensi aplikasi machine learning dengan menggunakan Google Colab Model dan Flask. Berikan contoh penggunaan yang relevan dan ungkapkan bagaimana teknologi ini dapat membantu pengembang dalam mengembangkan aplikasi yang cerdas dan efisien.

Kesimpiulan

Terakhir, pastikan artikel memiliki struktur yang jelas dengan penggunaan subjudul, paragraf pendek, dan kalimat yang ringkas. Gunakan tautan internal untuk menghubungkan dengan konten terkait di dalam situs web atau blog. Selain itu, pertimbangkan untuk menyertakan sumber daya tambahan seperti gambar atau video yang mendukung informasi yang disampaikan.

Dengan mengikuti prinsip penulisan SEO yang baik, artikel tentang pembuatan aplikasi machine learning dengan Google Colab Model dan Framework Flask akan lebih mudah ditemukan oleh pembaca yang tertarik dalam topik ini.

Web Layout

LAYOUT WEB

Layout situs adalah tata letak komponen halaman situs web. Ø Layout situs yang baik akan menjadikan situs baik juga. Layout situs yang baik harus mendukung tujuan pembuatan situs itu sendiri.

Layout diperlukan untuk menunjukkan ukuran yang tepat, posisi, desain, dan lokasi dari segala sesuatu disetiap adegan. Ada dua jenis layout, yaitu:

  1. layout latar belakang/tata letak background mendefinisikan pengaturan dan desain hanya latar belakang (segala sesuatu yang tidak bergerak);
  2. layout karakter (satu atau lebih tiap adegan) menunjukkan semua key-pose karakter pada latar belakang itu.

Tujuan :

  • Layout Web harus didasarkan dengan tema dan isi dari web § Layout dibuat simple, menarik dan interaktif.
  • Layout berhubungan dengan tema, target pengunjung (range), jenis huruf, warna, halaman apa saja, gambar atau video

DESAIN :

Desain layout suatu halaman web meliputi penyusunan:

  • pembagian tempat pada halaman (whitespace)
  • pengaturan jarak spasi
  • pengelompokan teks dan grafik
  • serta penekanan pada suatu bagian tertentu

Materi lanjut dapat dilihat pada elearning : https://elearning.uma.ac.id/mod/resource/view.php?id=141707

Pengenalan Unsur Visual Desain Website

Unsur Visual pada Desain Website dapat di kelompokkan dalam konsep hierarki visual dan struktur layout :

Hierarki Visual

Tujuan dari Hierarki Visual?

Hierarki Visual memberikan fokus untuk menonjolkan elemen-elemen yang menarik perhatian mata. So, Website yang terstruktur dengan baik dapat menyampaikan informasi secara lebih efektif. Pengunjung website dapat dengan mudah mengerti apa yang harus dilihat dan dibaca berikutnya.

Contoh Hierarki Visual

Ini adalah contoh penulisan dalam poster tanpa penggunaan prinsip hierarki. Bagaimana? Pasti kalian bingung harus membaca dari bagian yang mana dulu, ini dikarenakan semua ukuran tulisan nya sama.

Tidak adanya titik fokus atau penekanan pada tulisan dapat menyebabkan audiens kebingungan dalam memahami tulisan mana yang harus dibaca pertama kali dan mana yang harus dibaca selanjutnya.

Contoh Non Hierarki Visual

Ini adalah contoh yang sudah menggunakan prinsip hierarki dalam tulisannya. Bagaimana? pasti sudah lebih enak untuk dilihat kan. Audiens pun akan lebih mudah mengerti apa yang harus dilihat pertama kali dan dibaca berikutnya, seperti dimulai dari judul dan pelaksanaan workshop, lalu lanjut ke pembicara, hingga seterusnya ke narahubung.

Konsep Dasar Web

Perkembangan Web

Pengertian Situs Web

ž Situs web merupakan kumpulan dari halaman web yang sudah di publikasikan di jaringan internet dan memiliki domain/URL yang dapat di akses semua pengguna Internet dengan cara mengetikkan alamatnya.

HTTP

ž HTTP (HyperTextTransfer Protocol) adalah protokol yang dipergunakan untuk mentransfer dokumen dalam World Wide Web(WWW).

WWW

ž World Wide Web adalah halaman-halaman website yang dapat saling terkoneksi satu dengan lainnya (hyperlink) yang membentuk samudra belantara informasi

Perkembangan Web

Web 1.0, yaitu teknologi Web generasi pertama yang merupakan revolusi baru di dunia Internet karena telah mengubah cara kerja dunia industri dan media. Contoh : Situs berita “cnn.com” atau situs belanja “Bhinneka.com”.

ž Web 2.0, yaitu pertama kalinya diperkenalkan oleh O’Reilly Media pada tahun 2004 sebagai teknologi Web generasi kedua yang mengedepankan kolaborasi dan sharing informasi secara online. Contoh : Situs jejaring sosial facebook.com

ž Web 3.0, yaitu teknologi web lebih ke arah Web Cerdas atau Web dengan Engine Kecerdasan Buatan, yang lebih memudahkan user dalam berinteraksi. Contoh : Web Semantik dan Cloud Computing.

ž Web 4.0, yaitu private secretary dalam bentuk organisme buatan. Sebuah alat dimana aplikasi merekam rutinitas yang kita lakukan yang seluruh rutinitas tersebut bisa diketahui oleh aplikasi komputer/program/tools/device yang kita miliki yang dijalankan secara online. Web 4.0 juga bisa digunakan untuk membantu dalam pencarian informasi, penyimpanan histori pencarian, ataupun mempertemukan orang orang yang mencari informasi sama. AI Web

Web Semantic : SIOC ( http://sioc-project.org/ ) Adalah komunitas yang berusaha mewujudkan semantic website yang tengah berjuang membantu kita menciptakan web cerdas yang mana kelak pencarian info di internet menjadi jauh – jauh sangat mudah

Cloud Computing : https://cloud.google.com/

Materi bisa dilihat pada elearning : https://elearning.uma.ac.id/mod/resource/view.php?id=138094

Materi 2 : OOP dengan Pemrograman Web II

OOP adalah singkatan dari Pemrograman Berorientasi Objek.

Pemrograman prosedural adalah tentang menulis prosedur atau fungsi yang melakukan operasi pada data, sedangkan pemrograman berorientasi objek adalah tentang membuat objek yang berisi data dan fungsi.

Pemrograman berorientasi objek memiliki beberapa keunggulan dibandingkan pemrograman prosedural:

  • OOP lebih cepat dan lebih mudah dijalankan
  • OOP memberikan struktur yang jelas untuk program
  • OOP membantu menjaga kode PHP KERING “Don’t Repeat Yourself”, dan membuat kode lebih mudah untuk dipelihara, dimodifikasi, dan di-debug
  • OOP memungkinkan untuk membuat aplikasi yang dapat digunakan kembali secara penuh dengan kode yang lebih sedikit dan waktu pengembangan yang lebih singkat

Materi lengkap silahkan klik UNDUH

Materi 1 : Pengenalan Web II – Aplikasi Berbasis Web II

MVC (MODEL-VIEW-CONTROLLER) DALAM PEMBANGUNAN APLIKASI WEB  Pembangunan sesebuah aplikasi web tidak kira aplikasi yang ringkas, sederhana mahupun rumit perlu melalui fasa-fasa pembangunan sistem agar aplikasi yang dibangunkan adalah mengikut kehendak pengguna. Pada kebiasaanya, carta gantt akan diwujudkan dalam fasa perancangan pembangunan aplikasi. Selain daripada itu, modulmodul dalam aplikasi perlu dikenalpasti dahulu agar tidak tersasar dari objektif pembangunan aplikasi. Oleh yang demikian, kertas kerja ini menerangkan kaedah dan panduan membina MVC (Model-ViewController) dengan menggunakan perisian Gantt Excel dalam pembangunan sesebuah aplikasi…

Materi dapat di download di : unduh

Pengertian Etika dan Profesi

Tujuan dari mata kuliah etika profesi adalah memperkenalkan pentingnya etika dalam kehidupan, terutama dalam dunia kerja yang berhubungan dengan Teknologi Informasi.

Bahan kajian :

Profesi-profesi IT, profesional IT, Etika berprofesi dalam bidang IT, Cyber Crime, UU ITE, HAKI, pendirian badan usaha IT, sertifikasi di bidang IT

Donwload Materi Pertemuan 1 Etika Profesi